Sabtu, 02 Maret 2013

Kenapa Harus Bermadzhab ?

Tanya:

kenapa kebanyakan umat islam dalam beribadah memakai madzhab Imam Syafi'i Maliki, Hanafi dan Hambali, bukankah yang benar adalah yang mengikuti Al-Qur'an dan sunnah (Hadits)? Kenapa tidak kembali kepada Al-Qur'an dan asunnah saja?

Jawab:
Sebuah pertanyaan yang menarik, kenapa kita harus bermazhab? Mengapa kita tidak kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah saja?
Kalimat "Mengapa kita tidak kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah saja?" seakan-akan menghakimi bahwa orang yang bermazhab itu tidak kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah. Penggunaan kalimat "Mengapa kita tidak kembali kepada Al-Qur'an dan sunnah saja?" tersubut telah menyebabkan sebagian orang memandang remeh ijtad dan keilmuan para ulama' terdahulu yang sangat dikenal kesalehan dan keluasan ilmunya. Dengan menggunakan kalimat "Mengapa kita tidak kembali kepada AL-Qur'an dan sunnah saja?" sekelompok orang sebenarnya sedang berusaha mengajak pendengar dan pembaca tulisanya untuk mengikuti cara berfikirnya, metodenya dalam memahami AlQur'an dan Sunnah, serta mengangap bahwa dirinyalah yang paling benar, karena ia telah berpegang kepada AlQur'an dan Sunnah, Bukan fatwa atau pendapat para ulama. hal semacam ini tentunya sangat berbahaya.
 
Sebenarnya sungguh sangat aneh jika seseorang menyatakan agar kita tidak bermadzhab dan seharusnya kembali Al-Qur'an dan Sunnah. Mengapa aneh, coba perhatikan, apakah dengan mengikuti suatu mazdhab berati tidak mengikuti Al-Qur'an dan sunnah? Mazdhab mana yang tidak kembali kepada Al-Qur'an dan sunnah? Justru para pemuka mazdhab tersebut adalah orang-orang yang sangat paham tentang Al-Qur'an dan Sunnah, coba dicek, hasil ijtihad yang mana dalam suatu mazdzhab, yang tidak kembali kepada Al-Qur'an dan Hadist?

Ternyata semua hasil ijtihad keempat mazdhab yang populer di dalam islam semuanya sumber kepada Al-Qur'an dan Hadist. Artinya dengan bermazdhab kita justru sedang kembali kepada Al-Qur'an dan Hadist dengan cara yang benar, yaitu mengikuti ulama yang dikenal keluasan ilmu dan kesalehanya.
Akhir-akhir ini memang muncul sekelompok orang yang sangat fanatik dengan golonganya dan secara sistematis berupaya mengajak umat islam meningalkan madzhab.

Mereka sering kali berkata, "Kembalilah kepada AlQur'an dan Sunnah". Ajakan ini sepintas tampak benar, akan tetapi sangat berbahaya, karena secara tidak langsung mereka menggunakan kalimat (propaganda) di atas untuk menjauhkan umat dari meyakini pendapat para ulama terdahulu yang telah mumpuni. Mereka memaksakan agar kita semua hanya mengikuti gurunya.
 
Kemudian perhatikan lebih cermat lagi, apakah mereka yang menyatakan kemballi AlQur'an dan sunnah beber-bener kembali AlQur'an dan Sunnah? tidak bukan, mereka ternyata menyampaikan pendapat guru-gurunya, Artinya, mereka sendiri sedang membuat mazdhab baru sesuai pemikiran guru-gurunya.
Coba bayangkan, andai saja setiap orang kembali kepada Alqur'an dan Sunnah secara langsung, tanpa bertanya kepada pakarnya, apa yang akan terjadi? Yang terjadi adalah setiap orang akan menafsirkan AlQur'an dan sunnah menurut akal sendiri, jalan pikiranya sendiri, sehingga akan sangat berbahaya.

Oleh karena itu, kita harus bermazhab, agar kita tidak salah memahami AlQuran dan Sunnah. Kita sadar, tingkat keilmuan para pakar yang ada dimasa ini tidak dapat disamakan dengan para ulama terdahulu, begitu pula tingkat ibadah dan kesalehanya.
semoga bermanfaat

Yang jelas mencintai, mengikuti, dan mempercayai pendapat para Habib (Keturunan Nabi Muhammad saw) lebih dapat dipercaya, lebih berkah, dan lebih selamat daripada mempercayai seseorang yang baru belajar beberapa hadist lalu mengaku-ngaku menguasai dan memahami Al-Quran dan Hadist dan menyesat-nyesatkan yang lain. Yang membenci para Habib jangan harap dapat syafaat Nabi Muhammad saw
 
Sumber  : https://www.facebook.com/IslamicMotivationIndonesia/posts/486811248038667

Selasa, 26 Februari 2013

ALLAHlah yang menghadrikan Cinta itu

Saat taaruf aku selalu mencari-cari hal apa yang bisa membuatku tertarik padanya, selain agamanya. Karena Rasulpun menganjurkan untuk melihat calon kita sebelum menerimanya, untuk mencari apa yang menarik pada dirinya sehingga bersegera untuk menikahinya. Dan, ya.. saat proses itu berjalan, terkadang aku sering membandingkan dengan mereka yang sebelumnya pernah melamar dan mendekatiku.
Dia tidak pintar, bahkan aku merasa aku lebih pintar dari dirinya. Dia hanya lulusan sebuah sekolah yang namanya entah terdaftar di mana. Sedangkan aku, aku salah satu lulusan dari perguruan tinggi terkenal di Negeri ini dengan predikat yang membanggakan.
Dia tidak kaya, karena pekerjaannya pun masih serabutan. Seorang yang sedang berusaha menjadi wirausahawan. Dan kau tahu, saat taaruf dia hanya menyampaikan rencananya untuk berwiraswasta di bidang peternakan, yang tentu saja rencana itu bisa jalan dan bisa juga tidak. Dan lagi-lagi aku merasa lebih kaya darinya, karena penghasilanku yang bahkan sekian kali lipat lebih banyak darinya.
Dia tidak seterkenal diantara kawan-kawan pengajianku. Aku ingat setiap kali mendapat undangan pernikahan dari kawan-kawan, dan selalu melihat siapa calon pasangannya. Ah, ternyata Mas A yang suka ngisi dimana-mana itu, ternyata Mas B yang seorang trainer itu, ternyata Mas C yang ketua majelis itu dan yang lainnya. Dan lagi-lagi aku merasa lebih terkenal darinya, aku pernah jadi pengurus ini, pernah jadi trainer itu, belum lagi nama dan fotoku yang beberapa kali termuat di media cetak karena tulisanku yang terpublikasi.
Dan saat bertemupun, aku tak mendapati wajah dan penampilan ala Keanu Reeves, Matt Damon, Tom Cruise ataupun George Clooney, bintang-bintang film Hollywood yang dulu pernah menjadi idolaku. Sekalipun aku tak secantik Winona Ryder, Anne Hathaway, Katie Holmes ataupun Kajol, tapi berharap dari fisik yang menarik tidaklah salah selama bukan tujuan utama.
Dan entah mengapa, aku menerimanya. Aku merasa Allah lah yang menggerakkan semuanya, termasuk saat lidahku mengucapkan, “Ya, aku menerimanya, insyaAllah”, hingga aku masih tak percaya, dua minggu sudah aku resmi menjadi istrinya.
Dulu aku berpikir, entah berapa lama aku membutuhkan waktu untuk bisa jatuh cinta padanya, seperti rasa yang pernah kuhadirkan pada sekian laki-laki sebelum dia. Mampukah aku dengan sepenuh hati menjadi permaisuri yang begitu mencintai sang raja? Ah, sebuah rentetan keraguan yang panjang….
Hingga…
Hanya butuh seminggu saja… ya… seminggu saja… aku telah dibuatnya jatuh cinta…, karena dia mampu membuatku menjadi anak-anak, perempuan dewasa, seorang ibu, seorang pekerja, sekaligus seorang pengemban dakwah.
Dia sungguh bisa membuatku merajuk dan manja layaknya anak-anak, diapun bisa membuatku menjadi pengambil keputusan layaknya perempuan dewasa, dia mampu membuatku terampil mengatur banyak hal layaknya seorang ibu, diapun tahu untuk selalu membantuku menjadi seorang pekerja yang berhasil, sekaligus seorang pendukung luar biasa untuk aktivitas dakwahku…
Kini aku tak berpikir lagi, tentang dia yang pintar itu, tentang dia yang kaya itu, tentang dia yang namanya banyak disebut itu, atau tentang dia yang setampan arjuna itu… karena ternyata kini, aku mendapatkan yang lebih baik…
Ya, dia pintar merebut hatiku, dia kaya akan sikap dan tutur kata yang membuatku terpesona, dia memang tak dikenal manusia, tapi aku yakin semangatnya untuk berjuang di jalan Allah, semoga membuat Allah semakin mengenalnya, dan tak ada yang lebih tampan dari seorang lelaki yang membuat para bidadari surga cemburu padanya…

 Sumber : http://qousa.wordpress.com/category/jejak-hati/
Suamiku, Allah telah membuatku jatuh cinta padamu… subhanallah wal hamdulillah wallahuakbar…

Rabu, 20 Februari 2013

... MALAM PERTAMA DENGAN ISLAM ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...Islam telah memberikan konsep yang jelas dan lengkap tentang cara pernikahan yang berlandaskan al Qur'an dan as Sunnah yang shohih dengan pemahaman para salafush sholih, sehingga kita tidak membutuhkan segala aturan dan adat istiadat serta kemubadziran dalam pelaksanaan pernikahan, diantara tata cara yang Islami tersebut adalah :

1. Khitbah (peminangan)

Seorang muslim yang ingin menikahi seorang muslimah, hendaklah dia meminang terlebih dahulu karena dimungkinkan wanita tersebut sudah dipinang orang lain. Dalam hadist shohih riwayat Bukhori Muslim, Nabi SAW melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang orang lain sampai yang meminangnya itu meninggalkan atau mengijinkannya.

Disunnahkan bagi orang yang meminang untuk melihat wajah dan yang lainnya dari wanita yang dipinang sehingga dapat menguatkannya untuk menikahi wanita tersebut. Al Mughiroh bin Syu'bah Radhiallhu 'Anhu penah meminang seorang wanita, maka Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam berkata kepadanya :

ﺍﻧﻈﺮﻭﺍ ﺍﻟﻴﻬﺎ,ﻓﺎﻧﻪ ﺍﺣﺮﻯ ﺍﻥﻳﺆﺩﻡ ﺑﻴﻨﻜﻤﺎ

Artinya :

"Lihatlah wanita tersebut karena hal itu dapat lebih melanggengkan (cinta kasih) antara kalian berdua." (HR. at Tirmidzi No 1087, an Nasai (VI/69-70).

Bagi para wali yang Allah ta'ala amanahkan anak-anak wanita padanya, Ketika datang laki-laki sholih meminang anak wanitanya, maka hendaklah dia menerima lamaran laki-laki sholih tersebut, berdasarkan sabda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam :

ﺍﺫﺍ ﺟﺎءﻛﻢ ﻣﻦ ﺗﺮﺿﻮﻥ ﺩﻳﻨﻪ ﻭ ﺧﻠﻘﻪ ﻓﻨﻜﺤﻮﻩ, ﺍﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮﺍ ﺗﻜﻦﻓﻲ ﺍﻻﺭﺽ ﻭ ﻓﺴﺎﺩ ﻛﺒﻴﺮ

Artinya :

"Jika datang kepada kalian seorang laki-laki yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dimuka bumi dan kerusakan yang besar." HR. atTirmidzi 1085.

Apabila seorang laki-laki telah melihat (nadzhor) wanita yang dipinang, dan wanitanyapun sudah melihat laki-laki dan mereka telah bertekad bulat untuk menikah, maka hendaklah mereka berdua melakukan sholat istikhoroh dan berdoa sesudah sholat agar Allah ta'ala memberi taufiq dan kecocokan Serta memohon agar diberikan pilihan yang baik bagi mereka.

2. Aqad nikah

Dalam aqad nikah ada beberapa syarat, rukun dan kewajiban yang harus dipenuhi, yaitu adanya :

- Rasa suka dan saling mencintai dari kedua calon mempelai. - Izin dari wali. - Saksi-saksi ( minimal 2 saksi yang adil ) - Mahar - Ijab Qabul. - Khutbah nikah.

( Lihat pembahasan ini dalam kitab al wajiz fii fiqhis sunnah wal kitaabil 'Aziz)

3. Walimah

Walimatul 'urus (pesta pernikahan) hukumnya wajib dan diselenggarakan Sesederhana mungkin. Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

ﺍﻭﻟﻢ ﻭﻟﻮ ﺑﺸﺎﺓ.........

Artinya :

"Selenggarakanlah walimah meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing. " (HR. Bukhori Muslim dan yang lainnya dari Anas bin Malik Radhiallu 'Anhu).

Bagi orang yang diundang, maka wajib baginya menghadiri walimah tersebut Selama didalamnya tidak ada maksiyat, bersabda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam :

ﺍﺫﺍ ﺩﻋﻰ ﺍﺣﺪﻛﻢ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻮﻟﻴﻤﺔﻓﻠﻴﺎﺗﻬﺎ

Artinya :

"Jika salah seorang diantara kalian diundang menghadiri acara walimah, maka datanglah!" (HR. Bukhori Muslim dan lainnya dari Ibnu 'Umar Radhiallhu 'Anhu).

Dan disunnahkan bagi yang menghadiri pernikahan untuk mendoakan bagi Kedua mempelai dengan doa berikut ini :

بارك اللة لك ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻴﻚ ﻭ ﺟﻤﻊﺑﻴﻨﻜﻤﺎﻓﻲ ﺧﻴﺮ

Artinya :

"Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi pernikahanmu, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan." (HR. Abu Daud no 2130 Tirmidzi no 1091, Ahmad II/381, Ibnu Majah no 1905 dan lainnya).

4. Malam Pertama dan Adab Bersenggama

Saat pertama kali pengantin pria menemui istrinya setelah aqad nikah, disunnahkan melakukan beberapa hal berikut ini :

Pertama : Suami memegang kepala si istri, lalu mendoakannya dengan doa berikut ini :

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﻲ ﺍﺳﺎﻟﻚ ﻣﻦ ﺧﻴﺮﻫﺎ ﻭﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﺟﺒﻠﺘﻬﺎ ﻋﻠﻴﻪ, ﻭﺍﻋﻮﺫﺑﻚ ﻣﻦ ﺷﺮﻫﺎ ﻭ ﺷﺮ ﻣﺎ ﺟﺒﻠﺘﻬﺎ ﻋﻠﻴﻪ

Artinya :

"Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabi'at yang dia bawa, dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan tabi'at yang dia bawa." (HR. Abu Daud no 2160, Ibnu Majah no1918 dan al Hakim).

Kedua : Hendaklah dia sholat 2 raka'at bersama istrinya.

Syekh Al Ban dalam kitab Adaabuz Zifaaf fis sunnah al muthohharoh hal 94-97 mengatakan hal ini telah ada sandarannya dari para ulama salaf (shohabat dan tabi'in).

Ketiga : Bercumbu rayu dengan penuh kelembutan dan kemesraan.

Keempat : Berdoa sebelum jima' (bersenggama), yaitu ketika seorang suami hendak menggauli istrinya hendaklah membaca doa :

بسم الله ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺟﻨﺒﻨﺎ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻭ ﺟﻨﺐ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻣﺎ ﺭﺯﻗﺘﻨﺎ

Artinya :

"Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah aku dari syetan dan jauhkanlah syetan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami."

Rosululloh Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : " Maka apabila Allah ta'ala menetapkan lahirnya seorang anak dari hubungan yang dilakukan keduanya, niscaya syetan tidak membahayakannya selama-lamanya." (HR. Bukhori Muslim dari Ibnu Abbas).

PELANGGARAN-PELANGGARAN SEPUTAR ACARA PERNIKAHAN YANG WAJIB DIHINDARKAN DAN DIHILANGKAN

Banyak sekali bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh kaum muslimin dalam pelaksanaan pernikahan, dari berbagai bentuk adat istiadat dan kebiasaan serta menyerupai orang-orang kafir dalam pelaksanaan proses pernikahan, diantara bentuk-bentuk pelanggaran itu adalah:

1. Pacaran sebelum menikah, sehingga terjatuh dalam berbagai bentuk kemaksiyatan dan jalan menuju zina.

2. Tukar cincin (cincin tunangan), ini adalah salah satu bentuk menyerupai orang-orang kafir (Tasyabbuh bil kuffar).

3. Menuntut mahar yang tinggi, karena terpengaruh gaya hidup materialistis yang sekarang ini menggurita ditengah kehidupan kaum muslimin, sehingga mereka menuntut persamaan status social pada pasangan hidup, sekupu, serta menuntut mahar yang tinggi, bahkan sebagian mereka menganggap hal ini sebagai tolok ukur dan kompetisi diantara mereka.

4. Mengikuti upacara adat dan tradisi yang menyelisihi syari'at Islam dalam pelaksanaan pernikahan.

5. Mencukur jenggot bagi laki-laki dan mencukur alis dan bulu mata bagi wanita.

6. Kepercayaan terhadap hari baik dan sial dalam menentukan waktu pernikahan serta pemberian sesaji bagi arwah orang tua dan nenek moyang yang sudah meninggal dari keluarga kedua mempelai.

7. Memberikan dan mengucapkan selamat dan doa ala jahiliyyah, yang tidak sesuai dengan sunnah Rosulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam .

8. Adanya ikhtilath (berbaur dan bercampurnya antara laki-laki dan wanita), tidak memisahkan para tamu laki-laki dan perempuan dan pamer kedua mempelai, sehingga terrjadi pandang memandang, bersentuhan, jabat tangan antara laki-laki dan wanita dan kemungkaran lainnya.

9. Adanya musik dan nyanyian dengan berbagai bentuknya dalam pesta pernikahan, seperti dangdut, gambus, organ tunggal dan lainnya, semua ini dalam syari'at Islam adalah haram hukumnya (Lihat tafsir Ibnu Katsir dalam surah Luqman ayat 6).

10. Kedua mempelai, keluarganya dan para tamu meninggalkan sholat wajib.

11. Merokok, standing party dan memakai pakaian serta berhias ala jahiliyah.

12. Boros dan mubadzir dalam walimah serta hanya mengundang orang-orang kaya, tidak memperhatikan dan mengundang orang-orang miskin.

Dan banyak kemungkaran-kemungkaran lainnya yang semuanya bertentangan dengan syari'at Islam.

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....


Sumber :  https://www.facebook.com/photo.php?fbid=120112251505032&set=a.108989102617347.11277.100005187730180&type=1

Selasa, 15 Januari 2013

Pribadi CINTA

CINTA ... Ntah itu hal terindah yang pernah diciptakan-Nya ... Atau malah sebalik-Nya.
Banyak insan yang terlalu mendewakan sosok "Amour" ...
Dan banyak pula yang mengutuknya karena Panah Asmara yang tak tertancap dengan sepenuhnya ....
CINTA ... Ibarat kata ialah seekor Elang. Begitu kuat dan perkasa. Namun sosok yang sulit untuk dijinakkan. Dan Terlalu agresif. Dan pemarah. aku tak pernah mengerti falsafah "CINTA ITU BUTA" ... Aku juga tak pernah mengerti akan kata "CINTA ITU INDAH". Yang aku ketahui, bahwa Tuhan menciptakannya sebagai madu kehidupan, yang dibutuhkan perjuangan hebat untuk merasakan sensasi kenikmatannya.
Banyak yang berkata, "CINTA ITU BULLSHIT". CINTA ialah suatu produk yang istimewa. Banyak yang mengetahui. Namun jarang yang mampu untuk membeli dan merawatnya dengan layak.
Terkadang, manusia mensalah tafsirkan sosok "CINTA". Tak jarang manusia tertipu Dosa, yang mengatas namakan CINTA. CINTA ialah sosok yang Mulia. Begitu indah dipandang mata, dan begitu nikmat ketika menghinggapi Jiwa. Aku tahu, bahwasannya CINTA itu ... Membawa rasa Sakit. Tapi dari situlah, kita diaajarkan untuk menjadi individu yang kokoh diatas kesedihan.
CINTA tak perlu ditangisi. CINTA tak pernah menangisi kita. Apa gunanya kita menangis, sementara CINTA tak pernah peduli kepada diri kita???
CINTA memang tak pernah menangisi kita. Namun CINTA ... Begitu ingin memeluk kita dengan Kasih Sayangnya yang begitu menghangatkan. Namun Tuhan melarangnya. Kalian tahu mengapa???
Karena CINTA itu suatu produk Mewah. Barang yang tak akan didapat dengan membeli. Namun kita harus memberi apa yang kita punya (Bukan UANG).
CINTA tak mengenal materi. Namun CINTA membutuhkan kekasih hati yang dihinggapinya, untuk memberikan penghidupan yang layak baginya. CINTA juga butuh makan. CINTA paling benci akan pribadi yang menyandarkan CINTAnya akan falsafah "CINTA ITU APA ADANYA".
Sesungguhnya, CINTA ialah suatu sifat yang menjadikan manusia mampu berbuat hal-hal yang Gila. Tapi, tanpa kegilaan itu, kita tak pernah tahu, akan suatu sifat khusus yang dibuat oleh Tuhan. sifat yang memiliki "taste" begitu menyegarkan.
CINTA ialah suatu rasa. menyegarkan, melebihi air nirwana. Melezatkan, melebihi buah kurma. CINTA ibarat kata "ALKOHOL". bisa membuat orang yang menkonsumsinya kecanduan. CINTA juga ibarat kata "ROKOK". Begitu mendunia, namun hanya sesaat.
Perspektif CINTA ... tergantung siapa dan apa individu yang menikmatinya. Ada yang bilang, CINTA itu Anugerah. di lain belahan dunia, CINTA itu Jahat.
Sesungguhnya, bilamana kita mampu menghadiahi CINTA dengan Kasih Sayang dan kesederhanaan, semua kata yang tersirat maupun tersurat, bagaikan syair-syair CINTA sang maestro CINTA, Khalil Gibran.
Kata Mutiara yang dapat saya sampaikan :
"CINTA itu sebuah investasi Kehidupan. Dibutuhkan perjuangan dan kepintaran untuk me-manage-nya dengan baik, agar mampu memetik buah termanis yang akan kita jadikan santapan dihari selanjutnya"

-- CINTA ITU ... REALITA :